MAKASSAR CITY

Komunitas Jurnalis Berhijab Indonesia Berbagi di Kolong Jembatan  

MAKASSAR, Upeks.co.id–Komunitas Jurnalis Berhijab (KJB) Indonesia menggelar buka bersama, santunan dan berbagi pengalaman profesi jurnalis kepada anak jalanan dan komunitas punk muslim yang tergabung dalam Komunitas Tassawuf Underground.

Kegiatan di lakukan di Kolong Jembatan Tebet, Jalan KH. Abdullah Syafei, Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (18/5). Acara yang bertemakan Berbagi Kasih Dibulan Yang Suci Bersama Anak-Anak Jalanan di dukung oleh PD PAL Jaya, Perumda Sarana Jaya, Bank DKI, Hotel Sofyan, Pocari Sweat, Smartfrend. Kegiatan ini juga di hadiri oleh Wakil Wali Kota Jakarta Drs. Isnawa Adji.

Acara yang dihadiri oleh sekitar 100 orang yang terdiri dari anak jalanan, anak punk muslim, volunter tasawuf dan KJB members tersebut bertujuan untuk memberikan bantuan sosial berupa santunan dan mempererat tali silaturahmi. Menurut Nikmatus Sholikah, ketua pelaksana kegiatan sekaligus Presiden KJB Indonesia, tujuan kegiatan ini salah satunya meningkatkan kepedulian yang tinggi kepada anak jalanan, membangkitkan semangat untuk saling berbagi, mengedukasi anak jalanan dan punk untuk hidup lebih baik.

“KJB Indonesia ingin sekali melibatkan semua orang termasuk umat muslim untuk memperhatikan kaum marjinal seperti anak jalanan dan komunitas anak Punk Muslim yang membutuhkan uluran tangan kita. Sebuah awareness atau kesadaran pentingnya nilai-nilai religi yang ditanamankan kepada mereka sangatlah penting, agar mereka bisa menjalani hidup dengan lebih baik dengan menerapkan konsep hidup yang islami.” Kata Presiden KJB Indonesia Nikmatus Sholikah, Sabtu (17/5).

Selian itu Nikmah juga menambahkan, kegiatan ini merupakan kegiatan KJB pertama kali melibatkan anak-anak Punk Muslim. Namun keramahan dan jiwa sosial mereka sangat tinggi. “Saya sangat senang bisa melibatkan para anak jalanan dan komunitas Punk Muslim. Acara sengaja kami selenggarakan di bawah Kolong Jembatan, agar kita bisa merasakan kehidupan mereka. Sehingga meningkatkan rasa syukur kita kepada Allah di bulan yang suci ini,” pungkasnya.

Dalam kegiatan tersebut, anak jalanan juga menampilkan bakat mereka melalui musik. Serta kegiatan kumpul inspiratif dimana anak Punk Muslim bercerita tentang suka duka kehidupannya, namun tetap ingin belajar Agama dan menguatkan nilai-nilai religi dalam kehidupannya.

Pendiri Komunitas Tasawuf Underground Halim Abiya menambahkan pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Ia berharap dengan adanya acara ini ke depan akan lebih banyak masyarakat yang peduli dengan anak jalanan dan punk.

“Saya berharap ini akan menjadi contoh bagi semua orang untuk lebih memperhatikan nasib saudara-saudara kita yang hidup di jalanan. Saya juga sangat senang KJB mengadakan kegiatan ini, dimana kami Komunitas Tasawuf Underground bisa melakukan mediasi langsung dengan pemerintah dan para media terkait berbagai kegiatan sosial kami,” tuturnya.

Sementara itu Isnawa Adji, Wakil Walikota Jakarta Selatan,mendukung dengan kegiatan yang positif tersebut. Selain menajdi jurnalis, yang selalu dituntut untuk menyajikan informasi yang akurat dan terpercaya, di sisi lain Jurnalis juga harus menyorot serta mengajak masyarakat untuk turut serta peduli dengan anak jalanan dan punk yang sering mendapatkan pandangan negatif.

“Saya sangat senang, para jurnalis berhijab ini sangat peduli dengan nasib mereka sehingga dengan ini stigma negatif masyarakat akan berubah.Tentu ini harus di dukung dan diapresiasi. Pemkot Jakarta Selatan sangat mendukung program ini,” tuturnya.

Dalam kegiatan ini juga sekaligus melauncing program Hapus Tato Gratis kerjasama dgn Islamic Medical Service (IMS). Banyak anak-anak punk dan masyarakat umum hadir dan mencoba ikut dalam program Hapus Tato Gratis dalam acara tersebut.(rls)

 

To Top