ANEKA

Medsosnya Dihack, Panglima PAS08 Sulsel Melapor ke Polrestabes

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Panglima Pasangan Prabowo Sandi (PAS08) Sulsel, Ryan Latief, melaporkan pelaku yang menghacker media sosial (Medsos)
miliknya di Markas Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Makassar.

“Saya melaporkan di Polrestabes sebagai korban. WhatsApp, Facebook sampai Telegram semuanya di Kloning. Kejadiannya jam 18.00 Wita, Kamis lalu disaat  saya buka puasa bersama dengan Sandiaga Uno di Islamic Centre, ” kata Ryan Latif, Senin (20/5/19).

Ryan Latief menceritakan, pada saat ingin nelpon ke rumah, WhatsApp miliknya sudah tidak bisa digunakan dan sudah dipakai oleh perangkat lain. Kemudian  dirinya telpon orang IT dan meminta untuk anistal WhatsAppnya supaya tidak disalahgunakan.

Kemudian lanjut Ryan, dalam jenjang beberapa menit ramai sekali pengorderan gojek dan gofood. Ada sekitar 100 lebih orderan. Seakan-akan dialihkan  konsentrasinya. Padahal Ryan mengaku tidak pernah pesan gojek dan gofood.

“Saya sempat bicara sama teman-teman agar WhatsApp saya di anistal disemua group. Begitu sampai di bandara dan pulang ke rumah, istri saya diteror. Bahkan  foto-foto NPWP, Kartu Keluarga, pelakunya bisa dapat, ” ucapnya saat ditemui di Mapolrestabes Makassar.

Hal itu terang dia, membuatnya berfikir pelakunya bukan orang biasa. Sepertinya kerja intlejen. Diakuinya, pihak kepolisian bisa melacak siapa pelakunya.  Karena kepolisian punya tehknologi kuga.

Pihaknya pun berharap, kepolisian dapat menyelesaikan persoalan ini. Karena ini menyangkut keamanan pribadi dan keluarganya. Termasuk juga keamanan  bangsa dan negara.

“Andaikan tidak melapor, mungkin saya sudah dijemput Densus 88. Karena ini kategori Makar. Masa beredar informasi, saya akan ledakkan Polda Sulsel dan  membunuh teman-teman polisi. Itu beredar melalui telegram, ” terangnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Indratmoko dikonfirmasi membenarkan, laporan tersebut. Menurut Indratmoko, laporannya terkait  akun media sosialnya di hack.

“Katanya WAnya dihack, terus akun-akun media sosialnya dihack orang. Nanti kita periksa pelapornya dan lakukan penyelidikan, ” kata Indratmoko saat ditemui,  Senin (20/5/19).

Menurut Indratmoko, dalam laporannya itu tiba-tiba ada pengemudi ojek online dan gofood hubungi pelapor. Katanya ada pesanan makanan dan lainnya.  Padahal menurut pelapor, dirinya tidak merasa pesan gojek dan gofood.

“Tapi itukan menurut dia, waktu itu kan dia laporan terus tidak diambil keterangan. Karena alasannya sudah malam terus besok mau datang lagi ternyata besok  tidak datang. Baru hari ini datang, ” ucapnya.(Jay).

To Top