ANEKA

Pasca Banjir, Satu Positif Terjangkit Leptospirosis

ENREKANG, UPEKS.co.id– Bencana Bajir Bandang dan tahan longsong yang baru – baru ini dialami oleh masyarakat Kabupaten Enrekang tidak saja  membuat sebagian warga kehilangan tempat tinggal dan harus diungsikan karena rumahnya tergerus longsong, tetapi juga menyebabkan beberapa orang terserang
penyakit.

Dari lima orang yang dicurigai terserang penyakit Leptospitosis terdapat satu orang warga Enrekang yang dinyatakan positif mengidap penyakit tersebut. Pasien
tersebut adalah warga Lingkungan Sudda, Kelurahan Leoran, Kecamatan Enrekang.

Sengaja identitas pasien pengidap Leptospirosis tersebut tidak kami tampilkan untuk menjaga Privasi pasien yang saat ini sudah dirujuk kesalah satu rumah  sakit yang ada di Makasar karena dari hasil diagnosa akibat bakteri leptospirosis membuat fungsi ginjalnya semakin menurun.

Kepala Puskesmas Kota Enrekang Drg. Hj. Sri Siswaty Zainal. M. Adm. Kes mengatakan, Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan bakteri Leptospira  interrogans yang disebarkan melalui urine atau darah hewan yang terinfeksi bakteri ini.

Beberapa jenis hewan yang dapat menjadi pembawa leptospirosis adalah anjing, hewan pengerat seperti tikus, dan kelompok hewan ternak seperti sapi atau babi.  Bakteri tersebut dapat bertahan hidup dalam ginjal hewan yang terinfeksi.

“Leptospirosis dapat menyerang manusia melalui paparan air atau tanah yang telah terkontaminasi urine hewan pembawa bakteri leptospira. Penyakit infeksi  bakteri ini banyak terjadi di daerah yang terkena banjir,” papar Kapus Kota Enrekang.

Mengingat warga yang terserang penyakit yang diakibatnya oleh urine hewan itu berada diwilayah kerja Puskesmas Kota Enrekang, sebagai Kapus Dokter Sri  merasa harus melakukan beberapa hal agar masyarakat lainnya bisa terhindar dari penyakit tersebut.

Selain mengunjungi lokasi – lokasi pasca banjir, dokter cantik ini juga banyak melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar terus menjaga kebersihan  lingkungan disekitar tempat tinggal mereka.

” Jadi saya dan tim saya langsung door to door mengingatkan warga untuk tetap dan terus menjaga kebersihan terutama kebersihan makanan. Hal yang harus  dilakukan adalah menutup makanan agar tidak dihinggapi oleh hewan pencetus penyakit Leptospirosis”. Imbuh Istri Kepala KUA Kecamatan Baraka ini.

Ia berharap tak ada lagi masyarakat yang terserang penyakit berbahaya ini setelah pihaknya aktif memberikan edukasi tentang pentingnya memperhatikan  kebersihan lingkungan. Sebagai Kapus ia juga meminta agar jika ada warga yang sakit segera ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. (Sry).

To Top