ANEKA

Halte Bus tak Berfungsi Maksimal, Dishub – Dinas LH Saling Tuding

ENREKANG, UPEKS.co.id — Keberadaan Halte Bus yang terletak dijalur dua Pinang, jalan poros Enrekang Toraja
sudah lama tak berfungsi maksimal dan menuai sorotan.

Selain kotor tak terawat lagi, tidak jauh dari halte tersebut terdapat bak sampah yang dibiarkan terbuka sehingga
bau menyengat mengganggu para pengguna halte yang sedang menunggu kendaraan umum ataupun jemputan,  dan ini sudah menjadi keluhan masyarakat karena mereka merasa kesulitan harus berdiri dipinggir jalan jika hendak menunggu angkutan umum.

Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan ( LLAJ) Dinas Perhubungan Kabupaten Enrekang, Hj. Ratna, S. Ip
membenarkan hal tersebut. Ia menyesalkan kenapa bak sampah tersebut disimpan bersebelahan dengan halte
bus yang pasti akan mengganggu masyarakat yang sedang menunggu kendaraan umum.

” Iya, bahkan saya pernah komunikasikan hal ini dengan Kadis Lingkungan Hidup tapi Pak Kadis kembali bertanya
sama saya dimana mau disimpan itu tempat sampah”. Kata Ratna.

Ia mengatakan seharusnya pihak Dinas Lingkungan Hidup mencari solusi agar tempat sampah itu dipindahkan,
atau dibuatkan tempat sampah tertutup agar baunya tidak menyengat. Menurutnya tidak mungkin pihaknya
memindahkan halte yang sudah ada sejak dulu ditempat itu apalagi tempat itu sangat strategis bagi para PNS dan
masyarakat sekitar yang akan menunggu mobil angkutan umum

” Nanti kami akan koordinasikan dengan Lingkungan Hidup demi kenyamanan para pengguna halte. Kita sama –  sama cari solusinya supaya halte bisa digunakan lagi secara maksimal. Sebenarnya sih tetap ada masyarakat yang tunggu mobil disitu tapi memang tidak seperti dulu”. Pungkas Ratna.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Enrekang Mursalim Bagenda saat dihubungi Upeks mengatakan,
sampah yang ada disamping halte tersebut bersumber dari sampah penghuni Perumahan Pinang Permai dan  sekitarnya. Sebelum disiapkan tempat sampah bahkan mereka sudah membuang sampah ditempat itu.

Mursalim mengatakan hanya disekitar halte itu tempat yang strategis untuk menyimpan kontainer sampah apalagi
sebelum ada tempat sampah ditempat itu masyarakat sudah terlebih dahulu membuang sampah disekitar halte bus
tersebut. Karena banyak sampah yang berserakan ditempat itu, pihak Dinas Lingkungan Hidup menyiapkan
kontainer agar sampah yang dibuang masyarakat tidak lagi berserakan.

Menurutnya apapun yang dilakukan oleh Pemerintah setempat jika tidak dibarengi dengan kesadaran masyarakat
maka hasilnya tidak akan maksimal. Ia juga berharap agar masyarakat tidak membuang sampah seenaknya  ditempat itu agar semua bisa berjalan seperti yang diharapkan.

” Saya rasa kalau bau itu tidak karena setiap hari sampah disitu diangkut dan dibersihkan. Kalau masalah pemindahan lokasi nanti kita coba cari solusinya karena disekitar halte sumua berbukit jadi susah juga mau  dipindahkan kemana itu kontainer sampah. Salah satu solusinya adalah masyarakat tidak lagi membuang sampah disitu dan cari tempat pembuangan sampah ditempat lain,” kata Mursalim.

Apapun masalahnya masyarakat ingin agar halte tersebut berfungsi seperti dulu lagi. Tidak seperti saat ini hanya
jadi tempat tangkringan ayam dan hewan lain yang ada disekitar halte. ( Sry).

To Top