ANEKA

Infus Expayer, Digunakan di Puskesmas Anggeraja

ENREKANG, UPEKS.co.id — Pemberian infus Expayer ini terjadi di Puskesmas Kecamatan Anggeraja,
Kabupaten Enrekang. Malam Rabu, tengah malam Fariza (3) terpaksa dilarikan ke Puskesmas Anggeraja karena  mengalami demam.

Menurut Wiwin, tante Fariza, pasien lalu diinfus oleh salah seorang petugas jaga malam di puskesmas tersebut.
Namun setelah infus hampir habis, Ibu dan Ayah pasien melihat tanggal yang tertera pada cairan yang masuk
kedalam tubuh kecil putrinya ternyata sudah kadaluarsa alias expayer.

Melihat hal tersebut Handayani, Ibu Farizah kemudian menghubungi patugas tersebut dan menyampaikan bahwa
infus yang masuk dalam tubuh anaknya ternyata sudah kadaluarsa.

” Waktu Ibunya Farizah kasih tau itu petugas kalau sudah expayer mi itu infus, dengan santainya dia bilang maaf
saya tidak lihat kalau sufah expayer. Santai sekali itu petugas seperti saja kalau tidak melakukan kesalahan”. Kata
Wiwin dari balik telefon selulernya.

Saat mengetahui infus yang masuk ketubuh ponakannya itu expayer, Wiwinpun langsung menghubungi petugas
Apoteker yang ada di Puskesmas Anggeraja. Namun Wiwin mendapatkan penjelasan dari petugas tersebut,jika dibidang kesehatan infus masih busa digunakan tiga bulan setelah masa expayer.

” Masalahnya saya juga menjual prodak kesehatan, dan kalau ada produkku yang expayer lebih baik saya  musnahkan daripada merusak orang lain. Karena setahu saya apapun itu kalau sudah expayer tidak bisa lagi  digunakan apalagi kalau masuk kedalam tubuh kita. Tapi justru petugas Apotekernya bilang kalau di Kesehatan  Infus yang sudah expayer masih bisa digunakan tiga bulan kedepan”. Pungkas Wiwin.

Keluarga pasien sangat menyayangkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya ini adalah kelalaian petugas sampai
tidak melihat tanggal yang tertera pada botol infus. Wiwin dan masyarakat Anggeraja berharap kejadian serupa  tidak terulang lagi pada pasien lain.

Terpisah saat dikonfirmasih Kepala Puskemas Anggeraja Suleman. Skm. M. Adm. Kes justru tidak tahu menahu
jika ada kejadian seperti itu di Puskesmas Anggeraja. Namun dia menjelaskan bahwa memang ada beberapa  produk kesehatan yang memiliki masa toleransi jika produk tersebut sufah dinyatakan expayer.

” Tapi saya tidak mengatakan apakah infus juga termasuk didalamnya. Yang bisa memberikan penjelasan tehnis
penggunaannya adalah dokter, kalau saya tidak punya kewenangan menjelaskan secara tehnis, tapi saya tetap
bertanggungjawab secara Administrasi,” kata Suleman saat dikonfirmasi Upeks, Kamis (20/6/2019).

Kapus Angeraja berjanji akan segera melakukan breefing terkait kasus tersebut. Karena ia sendiri mengakui baru
tau kejadian tersebut setelah mendapat klarifikasi dari Wartawan Upeks. Padahal hal ini sudah menyebar di
Medsos sehari sebelum diklarifikasi.

Jika diartikan, expired date berarti tanggal kadaluarsa, hubungannya adalah dengan keamanan suatu produk.
Seperti yang telah kita ketahui selama ini, tanggal kadaluarsa merupakan batas waktu maksimal sebuah produk
aman untuk dikonsumsi.

Namun jika didunia kesehatan xepayer masih memiliki batas toleransi hingga tiga bulan  ke depan, hal ini yang perlu disosialisasikan kepada masyarakat agar para keluarga pasien tidak panik jika  mengalami hal yang sama yang dialami ananda Farizah. (Sry)

To Top