ANEKA

Gelapkan Motor Kredit, Nasabah Adira Finance Menginap di Hotel Prodeo

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Ukarsyah, salah satu nasabah PT Adira Finance harus nginap di hotel prodeo  setelah melakukan tindak pidana berupa penggelapan motor yang masih berstatus kredit.

Tersangka diduga telah menggelapkan dan menjual satu unit motor Yamaha Aerox, yang dikredit di PT Adira  Finance Makassar 1. Tersangka menjual motor tersebut seharga Rp4 juta, kepada seorang penadah yang kini  masih berstatus DPO di Polda Sulsel.

Setelah tersangka membayar angsuran kredit selama 4 bulan, di PT Adira Finance hingga pembayaran angsuran  ke 5, Ukarsyah justru menjual motor cicilan tersebut ke orang lain tanpa sepengetahuan PT Adira Finance.

Cluster Collection Head PT Adira Finance Cabang Makassar 1, Sarif mengatakan, pihaknya akan menindak lanjuti  secara hukum apabila ada nasabah yang memindah tangankan kendaraan.

“Apabila ada nasabah kami yang mengalihkan, menggadai dan menjual unit yang masih dalam tahap kredit tanpa  sepengetahuan atau persetujuan dari PT Adira Finance Cabang Makassar 1, ” tegasnya.

Nginapnya tersangka di kamar jeruji besi setelah Polda Sulsel menyerahkan tahap dua berupa barang bukti dan  tersangka ke Kejaksaan Negeri Makassar, Rabu (9/10/19).

Penyerahan tersangka dan barang bukti tersebut dibenarkan oleh Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari  Makassar, Ulfadrian Mendalami.

“Tadi kita sudah terima tahap dua perkaranya dari penyidik Polda Sulsel untuk selanjutnya diserahkan ke Jaksa  Penuntut Umum,” kata Ulfadrian.

Ulfa sapaan akrabnya menyebut, dengan diserahkannya tersangka tersebut, otomatis tersangka itu sekarang telah  berstatus terdakwa.

Selain itu juga terdakwa yang telah di tahap dua, juga langsung dilakukan upaya penahanan terhadap. Terdakwa  akan menjalani masa penahanan di Rutan Klas Ia Makassar, selama 20 hari kedepan.

“Penahanan dilakukan dengan alasan obyektif dan subyektif, yaitu terdakwa dikhawatirkan melarikan diri,  menghilangkan barang bukti dan mengulang perbuatannya, ” tutupnya

Dalam perkara ini tersangka disangkakan telah melanggar pasal 36 jo pasal 23 ayat (2) undang-undang RI nomor  42 tahun 2009, tentang jaminan fidusia atau pasal 372 KUHP.(penulis: Jay)

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
izmir escort ataköy escort izmir escort izmir escort buca escort ankara escort ankara escort beylikdüzü escort ankara escort çankaya escort keçiören escort Ankara escort Antalya escort bakırköy escort avcılar escort Pendik escort travesti porno izle antalya escort radyo dinle tv izle aydin escort zonguldak escort kutahya escort bahis siteleri canlı bahis manisa escort cankiri escort bursa escort samsun escort istanbul escort ankara escort pendik escort Bahis Siteleri Milli bahis siteleri millibahis