IBK Nitro Melaksanakan Kolaborasi Sosial Membangun Bangsa (Kosangsa) di Pulau Salemo Kabupaten Pangkep

  • Bagikan

 

Makassar, UPEKS.FAJAR.CO.ID — Tim Kosabangsa Institut Bisnis dan Keuangan Nitro Makassar mulai melaksanakan Program Kosabangsa (Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat), dimana Progra ini merupakan hasil kolaborasi dalam pelaksanaan tri dharma antara insan akademik dari perguruan tinggi pelaksana dan perguruan tinggi pendamping.

IBKNitro sebagai Perguruan Tinggi Pelaksana dan Universitas Muhammadiyah Malang sebagai Tim Pendamping. Adapun tema Kosabangsa yang angkat adalah “Pengembangan Wisata religi dan Pulau Salemo melalui Asset Based Community Develovmet (ABCD)” .

Karena Pulau Salemo merupakan Pulau yang dikenal dengan nilai-nilai religiusitasnya dan dahulu menjadi tempat belajar para ulama dan memiliki potensi Sumber Daya Alam berupa hasil laut yang luar biasa.

Pulau Salemo merupakan salah satu pulau dari empat Pulau di Desa Mattiro Bombang. Didampingi oleh kepala Desa Mattiro Bombang bapak Umar, Tim Kosabangsa IBK Nitro berjalan kaki mengelilingi Pulau Salemo untuk memantau tempat-tempat bersejarah dan potential untuk di kembangkan di Pulau Salemo selama pelaksanaan Kosabangsa ini.

Implementasi program Kosabangsa pada ini akan dilaksanakan dalam kurun waktu sekitar tiga bulan bulan yaitu dari, ujar Rektor IBK Nitro H.Moh Hatta Alwi Hamu.

Selain berfokus pada capaian pengabdian kepada masyarakat yang lebih baik, Kosabangsa juga menggagas kegiatan mentoring dari perguruan tinggi pendamping yang merupakan perguruan tinggi dengan akreditasi unggul dan atau memiliki pengalaman dan keahlian di bidang pengabdian kepada masyarakat terhadap perguruan tinggi pelaksana sehingga diharapkan terjadi peningkatan kualitas pengabdian kepada masyarakat di perguruan tinggi dalam memberikan solusi terhadap permasalahan yang ada di masyarakat.

Pelaksanaan program Kosabangsa diprioritaskan di lokasi Perguruan Tinggi yang berada di wilayah tertinggal berdasarkan Perpres Nomor 63 Tahun 2020 dan wilayah yang masuk dalam kategori wilayah prioritas percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem tahun 2022 berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.(rls)

  • Bagikan