Dosen Unifa Bimbing Warga Ubah Kotoran Ternak Jadi Biogas dan Pupuk

  • Bagikan

MAKASSAR, Upeks–Tim Dosen Universitas Fajar (Unifa) dan Universitas Teknologi Sulawesi (UTS) mendampingi warga mengelola kotoran ternak menjadi biogas dan pupuk organik di Desa Purnakarya, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros.

Pendampingan itu merupakan kegiatan yang didanai oleh Hibah Pengabdian pada Masyarakat (PKM) Ditjen Diktiistek Tahun 2022. PKM ini terdiri dari Dr. Ir. Erniati., ST, MT merupakan Dosen Teknik Sipil dari UNIFA selaku ketua Tim Bersama anggota Tim Dr. Nur zaman., SP. M.Si (Program Studi Teknologi Pertanian-UTS) dan Dr. Selfina Gala. ST., MT. (Program Studi Teknik Kimia – UNIFA) telah melakukan kegiatan PKM ini sebagai salah satu Tridarma PT.
Menurut Erniati, salah satu upaya pemanfaatan limbah pertanian dan peternakan adalah dengan memanfaatkannya untuk menghasilkan bahan bakar dengan menggunakan teknologi biogas. Teknologi ini memberikan peluang bagi masyarakat di pedesaan yang memiliki usaha peternakan, baik secara individual maupun kelompok untuk memenuhi kebutuhan energi sehari-hari secara mandiri. Potensi biogas di Indonesia cukup banyak, karena peternakan merupakan salah satu kegiatan ekonomi dalam kehidupan masyarakat di daerah pedesaaan.

Pembangunan satu unit instalasi biogas, tim PKM dari Universitas Fajar dan Universitas Teknologi Sulawesi

“Banyak petani memiliki ternak seperti sapi, kambing dan ayam. Bahkan ada yang mengembangkan usaha peternakan secara khusus. Diantara jenis ternak tersebut, sapi merupakan hewan penghasil kotoran yang paling besar. Salah satu sumber energi yang dapat di upayakan dan dimanfaatkan adalah pembuatan pupuk organik dan teknologi biogas yang diperoleh dari kotoran ternak sapi ( feces dan urine) sebagai bahan bakar pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG),” ujarnya.
Kotoran sapi merupakan bahan baku yang paling baik diantara kotoran hewan lain yang dapat diolah menjadi biogas, karena kotoran sapi mengandung gas metana yang cukup tinggi (CH4) sekitar 54–70 %. Pemanfaatan kotoran sapi menjadi energi biogas memberikan banyak manfaat, diantaranya mengurangi bau kotoran ternak yang tidak sedap (pencemaran lingkungan), mencegah penyebaran penyakit, mengurangi efek gas rumah kaca, mengurangi ketergantungan terhadap pemakaian bahan bakar minyak bumi yang tidak bisa diperbaharui, menghasilkan panas dan daya listrik serta ampas biogas dapat diolah menjadi pupuk organik dengan kualitas tinggi.
Kegiatan PKM ini terlaksana atas kerjasama antara Tim PKM dengan usaha peternakan Kareem Farm milik bapak Muhammad Yakub sebagai mitra yang berlangsung dari Bulan Agustus sampai September 2022.
Bangunan utama instalasi biogas adalah tabung digester yang berfungsi untuk menampung gas metana hasil perombakan bahan bahan organik oleh bakteri yang hidup dalam kondisi tanpa oksigen yang ada dalam udara (anaerob). Gas yang timbul di dalam digester dialirkan/dikeluarkan melalui pipa ketempat penampungan biogas yang telah diberi kran. Ampas atau lumpur sisa aktifitas fermentasi dikeluarkan ke penampung slurry yang berbentuk padat dan cair. Ampas tersebut tidak berbau dan tidak mengundang serangga, yang kemudian dapat diolah menjadi pupuk organik yang dapat dimanfaatkan untuk tanaman pertanian maupun perkebunan.
“Kotoran ternak sapi dapat memberikan manfaat yang sangat menguntungkan, karena gas metana yang terkandung didalamnya dapat dimanfaatkan sebagai energi alternatif untuk memasak sebagai pengganti LPG. Sedangkan ampas biogas yang berbentuk padat dan cair dari hasil pengolahan biogas dapat manfaatkan menjadi pupuk organik,” tamhanya.
Ampas yang berbentuk padat disatukan dalam satu wadah, kemudian diberikan cacing tanah dengan mencampurkan cairan EM 4 dan molase, kemudian dsimpan selama satu minggu, setelah itu kotoran tersebut sudah menjadi pupuk organik yang disebut kascing (kompos cacing). Sedangkan ampas yang berbentuk cair hanya diberikan sedikit cairan EM 4, lalu kemudian sudah dapat digunakan sebagai pupuk cair. Hal ini berarti bahwa kotoran sapi tersebut tidak ada yang terbuang apabila dimanfaatkan dengan sebaik mungkin. (*)

  • Bagikan